Recent Post

Hutan Mangrove Lebih Efisien Menyimpan Karbon



Hutan mangrove adalah ekosistem yang terus terancam kelestariannya. Diperkirakan 35% wilayah hutan mangrove dunia telah mengalami kerusakan.

Indonesia adalah satu-satunya negara dengan wilayah hutan mangrove terluas yaitu mencapai 27.072 km2 (19.5% dari total wilayah hutan mangrove dunia).

Hasil penelitian terbaru yang diterbitkan dalam situs Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), Senin (30/7) mengungkapkan, jika lestari, potensi hutan mangrove secara ekonomi, ekologis dan sebagai tempat penyimpanan karbon sangat besar.

Penelitian ini disusun oleh tiga orang peneliti yaitu Juha Siikamäkia, James N. Sanchiricoa dan Sunny L. Jardinec dari tiga lembaga yaitu Resources for the Future; Department of Environmental Science and Policy; dan Department of Agricultural and Resource Economics, University of California, Davis.

Mereka berhasil mengungkap potensi ekonomi, ekologis dan penyimpanan karbon dari hutan mangrove guna memromosikan pelestarian sumber daya alam yang berharga ini.

Hutan mangrove selain sebagai tempat berkembangbiaknya ikan, kerang, burung dan mamalia laut, juga berfungsi sebagai penahan abrasi dan melindungi penduduk dari gelombang air laut.

Selain fungsi ekologis di atas, ketiga peneliti menyimpulkan, setiap hektar hutan mangrove, mampu menyimpan karbon dalam jumlah yang lebih banyak dibanding hutan tropis di dataran tinggi (upland tropical forests). Peran ini penting untuk mengurangi jumlah emisi CO2, penyebab pemanasan global yang saat ini terus meningkat.

Walau luas hutan mangrove hanya 0.7% (sekitar 140.000 km2) dari luas hutan tropis dunia, hutan mangrove mampu menyimpan emisi karbon dioksida hingga 20 miliar ton (20 Pg C) atau 2,5 kali lipat lebih banyak dari emisi CO2 yang dihasilkan dunia setiap tahun.

Dan upaya menghindari emisi CO2 dengan menjaga kelestarian hutan mangrove bisa dilakukan dengan biaya antara US$4-10 per ton CO2 – relatif lebih murah jika dibandingkan upaya yang sama pada hutan tropis lain yang mencapai US$10-20 per ton CO2.

Jika mangrove dijaga lestari, kemampuan ini akan terus meningkat, namun jika tren kerusakan hutan mangrove saat ini terus berlanjut, maka potensi akumulasi penyimpanan karbonnya akan musnah.

Salah satu sistem yang bisa digunakan untuk memromosikan upaya konservasi hutan mangrove adalah program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi (REDD).

Menurut para peneliti, potensi pasar karbon dengan melindungi hutan mangrove ini masih belum banyak digali sebagaimana potensi penyimpanan karbon di hutan tropis.

Untuk itu, penting mengetahui dan menghitung potensi penyimpanan karbon di atas, di bawah dan di dalam tanah hutan mangrove. Kecepatan kerusakan yang terjadi di hutan mangrove juga harus diperhitungkan guna melindungi hutan mangrove dan mencegah pelepasan emisi CO2.

Dengan mengetahui semua informasi tersebut, penduduk dan negara bisa memeroleh manfaat ganda yaitu manfaat ekonomi melalui pasar karbon dan peluang ekologis guna memromosikan konservasi hutan mangrove dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

Redaksi Hijauku.com

Dishut Sultra Mengaku Sulit Deteksi Penambang Ilegal

Aktivitas penambangan emas di Bombana, Sulawesi Tenggara. Foto : Istimewa.
KENDARI, BL- Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara (Dishut Sultra) mengaku sulit mendeteksi penambang illegal di Kabupaten Bombana.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Amal Jaya di Kendari. Ia mengaku pihaknya kesulitan untuk megetahui penambang ilegal atau perusahaan melakukan aktivitas di kawasan hutan lindung atau hutan produksi terbatas karena tidak memiliki titik koordinat secara pasti.

Selain itu, petugas kehutanan juga sulit masuk ke kawasan hutan yang telah dikuasai perusahaan karena ketatnya peraturan perusahaan seperti yang terjadi di PT Panca Logam Makmur, perusahaan pertambangan emas di Bombana.

Amal Jaya mengatakan sebaiknya petugas kehutanan harus menggunakan helikopter dan langsung turun sehingga bisa menangkap basah. Kalau melalui darat, sudah sulit ditambah perusahaan tidak memberikan izin petugas masuk kawasannya.

Sejatinya, ada kasus hukum pertambangan yang masuk dalam kawasan hutan sedang diproses Kepolisian Resor Bombana. Itu pun karena ada laporan dari masyarakat.

Data yang diperoleh kepolisian juga sulit diminta dinas kehutanan. Sampai sekarang belum diketahui jumlah hektare kawasan hutan yang telah dimasuki penambang di Kabupaten Bombana. (Fajar).

Pemodelan Stok Karbon Hutan Indonesia Siap Dipakai

Ilustrasi sungai Sekonyer dan Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki kandungan karbon yang tinggi . Foto : Beritalingkungan.com/Marwan Azis.

Kementerian Kehutanan sudah menyelesaikan model pendugaa biomassa pohon pada berbagai ekosistem hutan di Indonesia. Siap dipakai menghitung daya serap, simpan dan kehilangan karbon, untuk proyek REDD+.

SIEJ-Jakarta.  Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Litbang Kehutanan meluncurkan Monograf Model-Model Alometrik Pendugaan Biomasa Pohon Pada Berbagai Tipe Ekosistem Hutan di Indonesia pada Jumat kemarin (27/07), di Kementerian Kehutanan, Jakarta.

Monograf ini membahas model-model alometrik biomassa dan volume pohon berbagai ekosistem hutan di Indonesia. Menyajikan informasi sebaran model dan distribusi data yang digunakan, menganalisis keragaman dugaan biomassa dan volume dari model, cara penggunaan model-model alometrik, serta identifikasi kesenjangan dan strategi mengatasi kesenjangan.

Monograf disusun oleh Dr. Haruni Krisnawati, Ir. Wahyu Catur Adinugroho, Msi, dan Ir. Rinaldi Imanuddin selama lebih dari satu tahun dengan mempelajari 807 model, mencakup 437 model alometrik untuk menduga komponen biomassa pohon dan 370 model alometrik untuk menduga beberapa tipe volume pohon.

Heru Prasetyo, anggota Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan wakil kepala satgas REDD+ meyambut baik peluncuran monograf ini, "Monograf ini dapat digunakan sebagai input penting percepatan pengembangan Sistem Perhitungan Karbon Nasional Indonesia", katanya.

Meurut Kepala Badan Litbang Kehutanan Imam Santoso, monograf ini membantu pelaporan dan pengawasan perubahan stok karbon yang terukur, serta menjadi dasar perhitungan stok karbon. "Rangkaian hasilnya akan menjadi dokumen hidup yang bisa dijadikan referensi bagi penelitian atau kebijakan pemerintah kedepannya", tambahnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Hadi Daryanto mengatakan perlu dirumuskan kebijakan Kemenhut yang dapat dijadikan substansi monograf ini sebagai referensi para pihak, baik Pusat Maupun Daerah. "Monograf ini menjadi cara yang terbaik saat ini dalam sistem perhitungan karbon nasional", katanya.

Menurut Hadi Daryanto, monograf ini sudah pernah dimasukan dalam kebijakan Kemenhut pertama kalinya dalam Peraturan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan No P3/VI/set/2010 untuk Hutan Gambut. Dan saat ini model alometrik ini sedang diuji coba pada Sinar Mas.

Agenda ke depan Badan Litbang Kehutanan akan merumuskan kebijakan sebagai panduan penggunaan model alometrik, sosialisasi kepada stakeholders, pelatihan kepada petugas lapangan, dan pengukuran strok karbon secara stimultan.

Dalam penelitian monograf ini ternyata para peneliti juga mengalami berbagai kendala seperti terbatasnya pembiayaan, kesenjangan informasi yang tinggi terkait dengan biomasa hutan di beberapa daerah. (SIEJ/Cita Ariani, Igg Maha Adi)

Sumber

Tips Penelusuran Gua

Kegiatan ini merupakan kerjasama tim, karena dalam setiap penelusuran tidak dibenarkan seorang diri Jumlah minimal untuk eksplorasi juga adalah 4 orang. Hal ini didasarkan atas pertimbangan jika terjadi kecelakaan pada salah satu anggota kelompok, satu orang untuk menjaga sedangkan dua lainnya mempersiapkan pertolongan (Rescue), bila tidak mungkin carilah pertolongan penduduk setempat.

Sebelum memasuki gua, yang harus diperhatikan yaitu meninggalkan pesan kepada orang lain :
1. Berapa orang yang akan memasuki gua
2. Tujuan gua yang akan dimasuki
3. Bagaimana rute jalurnya
4. Berapa lama waktu penelusuran
5. Orang yang menjadi tim darat
Pengamat diluar gua akan sangat berguna untuk memberi peringatan, jika terjadi sesuatu diluar gua, misalnya :
Hujan lebat yang menyebabkan banjir didaerah dimana gua itu berada

Disiplin waktu yang telah disepakati Persiapaan sebelum memasuki gua :
Cek list peralatan team dan pribadi
Sebaiknya menggunakan Cover all / pakaian caving dengan bahan yang mudah kering
Gunakan helmet untuk melindungi kepala dari benturan batu – batuan
Bawalah senter/head lamp/boom (lampu karbit) untuk penerangan selama penelusuran
Bawa tas pinggang untuk peralatan dan perlengkapan serta logistik pribadi / kelompok
Jangan lupa kode etik penelusuran gua yang berdampak minimal-Federasi Speleologi Australia : Ingat,

SETIAP kegiatan penelusuran gua mempunyai dampak. Apakah penelusuran gua ini sangat penting? Jika tujuanya hanya untuk rekreasi, tidak adakah gua lain yang dapat dikunjungi, yang kerentanan rusaknya kecil? Lakukan kegiatan ini berdasarkan manfaat kunjungan, jumlah peserta dan pengalaman kelompok, jika PENELUSURAN INI AKAN MERUSAK GUA.



Jika memungkinkan, pimpinan kelompok adalah orang yang sebelumnya pernah memasuku gua
yang dimaksud, dengan demikian akan diketahui hal-hal peka yang ada didalam gua atau tempat-tempat istirahat yang baik, yang tujuanya adalah mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak ada manfaatnya.
Berjalan dengan santai. Anda akan dapat melihat dan menikmati lebih, selain mengurangi

kerusakan lingkungan gua dan memberi perlidungan pada diri anda sendiri. Terutama jika Anda lelah atau terlalu terpesona dengan apa yang terdapat didalam gua.
Jika di dalam rombongan ada penelusur pemula, yakinlah kalau ia senantiasa berada didekat
penelusur yang lebih berpengalaman, sehingga berdasarkan pengalaman yang dimiliki bantuan yang diperlukan dapat diberikan sewaktu-waktu, misal saat melalui lorong gua yang sulit. Jarak rombongan dengan anggota yang berjalan paling lambat jangan terlalu jauh.
Usahakan jumlah rombongan jangan terlalu besar 4 orang adalah yang terbaik
Sebagai suatu tim, selama berada didalam gua Anda harus saling tolong menolong.
Usahakan jangan berpencar, sehingga dampak buruk penelusuran dapat diperkecil.
Jaga kepala Anda dan rombongan yang lain.
Tegurlah jika mereka berbuat sesuatu yang sifatnya merusak.
Bawalah peralatan penelusuran sesedikit mungkin dan jangan sekali-kali menggunakannya
didalam gua atau bagian-bagiannya yang peka.
Yakinlah kalau anggota rombongan tidak berjanan sendiri ke mana-mana, yang tujuannya tidak jelas.
Berjalanlah melalui lintasan yang sudah ditandai. Apabila belum atau tidak ada lintasan yang ditandai CIPTAKAN!

Belajarlah mengenali endapan gua atau fenomena lainya, yang mungkin akan rusak jika Anda
menginjak atau merangkak diatasnya.

(Diambil dari Buku “PEDOMAN PERLINDUNGAN GUA DAN KARST, Komisi Dunia Kawasan Lindung-IUCN” oleh kelompok kerja Perlindungan Gua dan Kars-WCPA. Pengalih bahasa: Hanang Samodra)

Teknik Penyeberangan Sungai

INDONESIA merupakan negara tropis yang memiliki curah hujan cukup tinggi menyebabkan banyak terjadi aliran air permukaan , baik sebagai sungai ataupun daerah tangkapan air, besar maupun kecil. Sungai-sungai tersebut bermuara di pesisir-pesisir pantai yang mengelilingi pulau-pulau di Indonesia.

Di saat musim hujan, debit air biasanya bertambah tinggi bahkan kadang menyebabkan banjir. Selama kurun waktu tersebut pula, terkadang perjalanan-perjalanan dilakukan oleh penggiat alam terbuka, mencoba bermain-main dengan aliran sungai dalam olahraga arus deras ataupun perjalanan biasa yang harus dilakukan dengan memotong sungai yang lebar dan deras. Perlukita kenali beberapa hal yang berhubungan dengan penyebrangan agar persiapan perjalan semakin baik dan yang utama factor SAFETY dari perjalanan kita sendiri.

Perencanaan Awal

Sebelum memulai suatu perjalanan apapun yang harus kita lakukan pertamakali dalam hal teknis adalah analisa perjalanan.analisa perjalanan dengan bantuan seluruh data-data yang kita miliki baik berupa laporan, peta dan lain sebagainya. Bukalah peta lokasi yang akan anda tuju semakin sering anda melihat dan perhatikan peta, semakin baik anda mengenal daerah yang dituju. Bahkan sebelum memulai perjalanan, anda sudah seperti berada disana dan berjalan sesuai oprasi yang direncanakan (ROP). Perencanaan perjalanan termasuk diantaranya akan menyebrangi sungai dengan garis lurus ataukah mencari titik yang tepat untuk melakukan penyebrangan. Hubungan perencanaan dengan penyebrangan beberapa dintaranya adalah memperkirakan.

1. berapa sungai yang akan dilewati ?
2. berapa lebar sungai ?
3. daerah aliran sungai, perkiraan sungai akan berair atau tidak, derasnya ?
4. apakah lokasi jauh dari pemukiman /terpencil dan bagaimana hubungannya dengan prosedur emergensi ?
5. dimana lokasi jembatan terdekat ? apakah ada jalan yang memutar / sekitar sungai ?

Dari data-data teknis ini, persiapan oprasi akan ditindaklanjuti dengaan persiapan lainnya misalnya :
1. perlengkapan yang akan mendukung oprasi
2. pembekalan materi penaksiran sungai, kedalaman, cuaca dll

Pemeriksaan Sungai

Setelah berada di lokasi kita akan dihadapkan pada beberapa situasi. Jika ada kesempatan untuk menyebrangi sungai dengan aman, kita akan berusaha untuk memeriksa terlebih dahulu untuk menemukan titik yang terbaik untuk menyebrang. Perhatikan sungai yang akan disebrangi dan bahas bersama dengan anggota tim lainnya. Mengingat waktu oprasional usahakan pembahasan tidak memakan waktu yang lama. Pertimbangkan faktor-faktor yang berhubungan : arus, kedalaman, lebar, batu-batuan di sisi atau di dasar sungai, termasuk kejernihan air.

Memperkirakan pergerakan permukaan sungai merupakan bantuan yang baik karena keadaan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan di bawah permukaan sungai.Aliran utama biasanya diindikasikan dengan bentuk huruf V yang lebar, dengan arus yang relatif lebih deras dibandingkan sekitarnya. STANDING WAVES merupakan indikasi batu besar yang terdapat pada dasar sungai yang membelokan air kebagian atas kepermukaan. Hal ini merefleksikan / gambarkan permukaan dasar sungai yang tidak teratur sehingga sulit untuk disebrangi.Batu besar juga dapat menyebabkan terjadinya EDDIES dimana arus yang mengalir berlawanan dengan arus utama.Lokasi dimana terdapat halangan yang besar.Eddies dapat menyebabkan aliran balik yang kuat menuju penghalangnya. VERTIKAL EDDIES atau disebut juga dengan STOPPER cukup berbahaya karena sekali terperangkap, hampir mustahil keluar darinya. Terbentuk karena bagian dasar dari sungai yang memiliki perbedaan ketinggian yang besar. Sebagian air diteruskan ke arah hilir sedangkan sebagian lain bergarak ke permukaan sungai dan berputar penghalangyang terletak di bawah permukaan air atau yang setengah terendam, seperti dahan pohon juga juga cukup berbahayam, walau kadang bias di jadikan pegangan (tapi ingat pegangan ini tidaklah permanen sehingga lebih baik untu tidak memegangnya).

Pemilihan Titik Seberang

Untuk memilih titik-titik penyebrangan, terdapat beberapa factor yang harus di perhatikan.
Lihat sekali lagi peta anda dan cari petunjuk-petunjuk yang mungkin terlewatkan. Perhatikan lebar sungai dengan baik (lihat jenis peta yang anda gunakan misalnya sungai yang tandai dengan garis ganda pada peta OS Second Series menandakan lebar 8 meter, perhatikan juga skala).

Daerah yang dipilih harus bebas dari halangan misalnya batu terendam, pohon roboh yang dapat mengoyak tali atau memerangkap yang berenang. Hindari tepi sungai yang tinggi dan pastikan titik keluar memungkinkan, dengan akses yang baik sepanjang tepinya. Periksa air yang keluar. Halangan buatan manusia misalnya jembatan rubuh harus tetap perhatikan.

Aliran umumnya lebih kuat pada bagian luar dari belokan / tikungan. Disini akan sering menemukan tepian UNDERCUT dan dalam, aliran air yang cepat yang tidak baik untuk disebrangi.

Dasar sungai sebaiknya serata mungkin dengan kedalaman yang rata dan bebas dari batu-batuan, singkapan batuan, atau Lumpur-lumpur yang melekat. Jangan mengan dalkan titik penyebrangan hanya pada satu titik khusus karena jika terjadi kenaikan permukaan air malah dpat menjadaikan titik tersebut menjadi berbahaya.

Pemilihan titik penyebrangan di pengaruhi dengan keter batasan peralatan yang dibawa oleh tim. Misalnya tali telah dibawa, tapi perlu diketahui panjang tali tersebut.

Terakhir harus dapat diperkirakan apa yang akan dilakukan apabila ada yang terjatuh danterbawa arus. Bagaimana ia dapat diselamatkan ?

Teknik Penyeberangan

Setelah memilih titik penyebrangan, harus dipilih metode yang tepat / cocok dengan situasi lokasi dan kondisi tim. Jangan tergesa-gesa karena persiapan ini merupakan hal yang penting. Prosedur pengikatan tali, berdiri di air, tepian mana yang jadi tujuan merupakan hal yang penting untuk di persiapkan.

Komunikasi visual yang sederhana dapat di sepakti bersama mengingat sungai adalah lokasi yang bising dan jarak antar personil bias jauh. Jika menggunakan tali, komuikasi tali di tarik atau dikendurkan perlu di sepakati.

Penyebrangan Tanpa Tali

Beberapa sungai dapat disebrangi tanpa pemikiran lain bahwa diperlukan untuk menemukan tempat sempit (sungai yang tidak lebar) untuk dapat melompat dan menyebrang. Hanya ingat bahwa 1,5 meter pun lompatan dapat membuat ketakutan terutama jika membawa beban ransel yang berat. Pada beberapa cara, berlompatan dari btu ke batu mungkin merupakan cara yang baik untuk menunjukkan keseimbangan kita, tetapi merupakan cara yang cepat untuk terpeleset atau jatuh yang akan menyebabkan terkilir atau lukaparah.

Pilihlah tehnik yang memungkinkan bagi seluruh tim dan terutama berhati-hati menyebrang pada batu yang licin lebih baik berbasah-basah tapi aman daripada berusaha agar tetap kering tapi cara yang dipilih beresiko, baik jatuh atau celaka (yang toh menyebabkan basah juga).
Jika memutuskan berbasah ria, tehnik dasar untuk menyabrang dapat disesuaikan baik menggunakan tali maupun tidak.

Peraturan adalah tetap gunakan sepatu. Ini akan melindungi kaki dari hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat membuat pijakan lebih kuat dari pada telanjang kaki. Kaos kaki dapat disimpan diransel supaya tetap kering. Jika memiliki gaiter, lebih baik digunakan juga. Gaiter akan membantu melindungi kaki, menyekat kaki, menahan pasir / batu kecil batu kecil masuk kesepatu, celana panjang dan baju panjang dapat dilipat agar tetap kering / tidak terkena air. Tetaplah pakai ransel, tetapi jangan mengunci belt pinggangnya karena dapat langsung dilepas jika terjadi sesuatu. Posisi ransel akan lebih banyak diatas permukaan sungai dan akan mengambang. Terlebih jika paking ranselyang dilakukan baik sehingga berlaku seperti kantong udara dan jika sesuatu terjadi dapat diper gunakan sebagai pelampung.

Sewaktu penyebrangan buatlah badan menuju kehulu dengan kaki yang merentang setengah meter. Jika menghadap kehilir atau kesamping, kekuatan aliran sngai terpusat terarah pada bagian kaki, dapat menyebabkan kaki tertekuk dan jatuh. Hindari perselingan antar kaki dan tetap berjalan dengan menyeret kaki (cara jalan seperti terseret tetapi tetap didasar sungai, jangan mengangkat terlalu tinggi) dan pastikan satu kaki telah dikokohkan dulu sebelum menggerakkan yang lain.

Cobalah untuk mempertahan kaki kontak dengan dasar sungai. Hal ini kadang kala membantu kemantapan berdiri walau saat kaki tertekuk. Kaki yang dibelakang sebaiknya menjadi setengah berbelok menuju tepian yang dituju untuk memperoleh efek FERRY-GLIDE jika tersedia tongkat yang kuat, tempat kanlah didepan karena akan berfungsi sebagai kaki ketiga dan berguna sekali untuk menjaga kesetabilan. Juga dapat berfungsi mengetahui kedalaman.

Penyebrangan Dengan Bantuan Tali

Tidak ada percobaan penyebrangan yang dilakukan untuk menyebrangi sungai tanpa keamanan tali kecuali jika nyata bahwa peyebrangan dapat dilakukan tanpa tali.Metode yang akan dijelaskan sekarang coco untuk penyebrangan air dangkal ketika konsekuensi slip/meleset merupakan factor utama, lebih sekedar basah-basah. Tiga metode semuanya tergantung pada kerjasama tim, jugasusunan tim jika dibandingkan hanya dilakukan oleh individu. Tiga orang dengan tinggi yang sama, masuk dengan posisi yang berkerumunan dengan tangan yang bersambung dan saling berpegangan

Anggota yang paling kuat harus menghadapi kehulu.berpegangan erat satu sama lain, grup ini mulai berjalan memotong sungai saling “menguatkan” anggota satu sama lain. Jika dasar sungai tidak rata, mungkin perlu untuk bergerak satu-satu pada satu waktu. Dilain pihak, grup ini bergerak atas perintah / aba-aba dari pemimpin grup.

Satu kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih mengam bil posisi yang telah ditunjukan, tiap anggota menghadap kehulu dan saling berpegangan pinggang padaorang yang ada didepannya pemimpin jika memungkinkan menggunakan tongkat untuk menambah kesetabilan seluruh barisan harus bergerak kearah sisi secara simultan, tiap langkah yang terseret bergerak sesuai kordinasi dari pemimpin. Penyebrangan dengan berbaris menghadap kehulu sungai.

Pada metode ini, tiga atau lebih orang berbaris menghadap sisi dengan tangan saling terkait dan memegang tongkat yang panjang. Posisi barisan menghadap kesungai atau pararel dengan bagian tepi dimaksudkan untuk mengurangi area yang berhadapan langsung dengan arus sungai.

Jatuh / Hanyut

Jika yang terburuk terjadi misalnya kehilangan pijakan dan hanyut, ingatlah kita masih punya pelampung yaitu ransel anda jangan panik jika masih berpegangan atau terkait dengan tali, badan anda akan terayun ketepi. Jika anda tidak terkait sama sekali dengan tali, lepaskan ransel anda yang tidak terkunci belt pinggangnya, tetap pegang erat-erat dan letakan kaki menghadap kehilir sehingga kaki anda dapat “menangkis” batu atau halangan lainnya tidak langsung berbenturan langsung dengan badan ransel anda akan berfungsi/bertindak sebagai pelampung. Jadi betapa pentingnya melakukan packing yang baik sebelum melakukan penyebrangan jangan coba untuk melawan arus tetapi perlahan-lahan keluar darinya menuju tepian atau menggunakan eddies atau arus yang lambat untuk maju pilihlah titik pendaratan yang bebas dari dahan-dahan dibawah air.

Metode Pendulum

Pada metode pendulum salah satu ujung tali dipegang terlebih dahulu anggaplah dilakukan oleh si B dan bertindak sebagai belayer pertama hal ini sangat penting karna pada saat jatuh dipastikan penyebrangan akan terayun ketepian yang ditujunya.

Orang pertama menyebrang sebaiknya orang yang kuat dan lebih besar dari anggota tim personil pertama ini si A terikat dengan longgar pada bagian tengah dari panjang tali ujung tali lainnya yang berupa jeat/loop dipegang oleh anggota lainnya, si C tali yang dipegang oleh C disebut tali RECOVERY sedangkan yang dipegang oleh si B disebut tali pendulum perhatikan panjang tali. Harus sepanjang lebar sungai dengan beberapa bagian yang cukup/ lebih untuk pegangan ditiap ujung tali si C bertindak sebagai belayer kedua

Tali yang dipegang si B ditambatkan/di-ancor-kan pada satu tiang/benda dan tali harus bergerak bebas/terulur. Jika ditambatkan dipohon, perhatikan tali usahakan bebas bergerak dalam arti uluran bukan bergerak keatas maupun kebawah. Ancor yang baik misalnya percabangan pohon yang cukup kuat kalau mau membawa katrol lebih baik posisi ancor terletak disebelah hulu dengan panjang menyesuaikan dengan panjangnya tali jika tidak ada ancor tubuh belyerpun dapat dapat digunakan tiang pada kenyataannya memang lebih disukai karena lebih lues (tambatan bebas bergerak). Hanya perlu diingat bahwa hal ini juga mengundang resiko si B terbawa/tertarik oleh si A kecuali dipasang ancor lagi oleh si B dipohon misalnya atau anggota tim lainnya.

Si A kemudian menyebrangi sungai menghadap kehulu dan bersandar pada tali yang dipegang oleh B. si B akan mengendurkan tali berangsur-angsur ketika A menyebrang. Jika terjadi slip, A akan teryun kembali kesisi asal yang paling dekat, dibantu oleh si C. ketika A telah tiba dengan selamat, ada dua cara untuk menyebrangkan orang kedua.

1. Si A keluar dari lilitan tali dan semua tali dikembalikan kesisi yang paling dekat di sebrang. Orang kedua kemudian menyebrang dengan cara yang sama seperti orang pertama, Si A.

2. Si A melepaskan diri dari lilitan tali tetapi menahan/memegang tali tersebut sehingga ketika orang kedua menyebrang A akan ganti membantu terutama pada titik-titik yang dianggap berbahaya.

Tali recovery pada saat orang kedua meyebrang akan bertindak sebagai pengaman, yang akan mengerahkan penyebrang jika terjadi slip. Ingat berarti ada tiga orang yang mengamankan penyebrang kedua.dua orang disisi asal, memegang tali pendulum dan tali recovery dan satu orang disisi sebrang memegang juga tali recovery.

Ketika orang kedua sudah mencapai sebrang, system pendulum-ancor dapat diset lagi disisi sebrang sungai. Tali ditransfer kesebrang, dipersiapkan ancornya oleh kedua orang yang sudah menyebrang. Anggota yang tersisa kemudian menyebrang dan setelah siap penyabrangan dipinggang dikembalikan kesebrang lagi untuk anggota berikutnya.untuk penyebrangan terakhir, tali “pendulum” kini tidak sebagai tali pengaman tapi sebagai tali yang bisa ditarik oleh anggota tim yang sudah disebrang. Intinya jika seseorang akan jatuh, ia akan otomatis terayun hingga ketitik terjauh sisi sungai dengan bantuan tali recovery

CATATAN.

1. metode ini sangat tergantung dari panjang tali digunakan.
2. lilitan yang digunakan untuk menjamin penyebrangan seharusnya berukuran dua atau tiga kali ukuran lilitan pinggang akan dipegang erat dengan mengawinkan kelebihan tali ditangan. Jika menggunakan ransel,lilitan dapat lebih panjang lagi.
3. suatu alternatif atau cara yang cocok untuk menseting system adalah dengan menggambarkan tali sebagai empat bagian yang sama besarnya. Satu sisi akan memiliki dua jerat/loop, untaian lain satu loop dan dua ujung tali. Loopsebelah kiri digunakan untuk penyebrang.
4. metode yang dijelaskan dapat digunakan untuk menyebrangi sungai dimana lebarnya seperempat atau kurang dari panjang tali. Kemudian jika membawa tali dengan panjang 45 m, sungai dengan lebar 10 m dapat disebrangi.
5. metode ini minimal dilakukan tiga orang penyebrang
6. Anchor yang digunakan sebaiknya samatingginya dengan bagian-bagian sisi yang mungkin. Ini mengurangi seretan dan kemungkinan sobekan akibat batu atau penghalang lainnya.
Jika sungai lebih lebar dari seperempat panjang tali yang tersedia, berarti agak terlalu lebar untuk dilalui dengan aman. Bagaimanapun juga jika ingin disebrangi sebaiknya menggunakan dua tali satu sebagai pendulum dan yang lainnya danlainnya sebagai tali recovery. Harus diakui bahwa banyak fariasi untuk menyebrangi sungai. Metode pendulum memberikan gambaran saja kepada penyebrang dan memastikan bahwa merekadilepaskan hingga tepi terjauh jika mereka jatuh. Metode apapun yang digunakan sangatpenting untuk membuat penaksian dari semua factor yang relefan baik titik penyebrangan maupun aliran sugainya.

Terkadang penybrangan sungai dilakukan ditepi pantai. Daerah pertemuan air sungai dan air laut terkadang memiliki arus bawah yang cukup besar sehingga kewaspadaan harus lebih ditingkatkan. Dasar sungai umumnya lebih rata dan berpasir sehingga kemungkinan terpeleset lebih kecil.

Dimanapun anda melakukan penyebrangan, di pantai, daerah hulu ataupun hilir tetaplah perhatikan fektor keselamatan. Cermati baik-baik lokasi sekitar penyebrangan apa-apa saja yang dapat mempermudah ataupun mempersulit penyebrangan.

Djukardi “Bongkeng” Adriana

Yang Muda Yang Bertualang, Yang Tua Yang Bertualang (Juga)

Oleh : R. Ditta Aditya Pratama

Coba tanyakan nama Djukardi Adriana pada para Pecinta Alam. Mungkin sebagian orang akan mengernyitkan keningnya. Lain halnya bila menyebutkan nama Bongkeng. Pasti banyak kalangan pecinta alam yang mengenalnya. Abah Bongkeng, atau Kang Bongkeng, begitu panggilan akrabnya di kalangan penggiat alam bebas.

Bongkeng, memang sosok yang bisa dikatakan langka. Bila orang seumurnya asyik bersantai di rumah, ia asyik mengarungi rimba. Pria kelahiran 1 September 1950 sudah hampir menyambangi seluruh puncak-puncak gunung di Indonesia. Belum terhitung gunung-gunung lain di luar negeri. Bahkan lima negara Eropa Barat pun sudah dijelajainya.
Sejak bergabung di Organisasi Pecinta Alam di Wanadri Bandung tahun 1973 membuat Pria yang sekarang bekerja sebagai Technical Consultant di Eiger Bandung semakin sering mendaki gunung. Tidak hanya gunung dan hutan, ayah dua putri ini juga senang melakukan aktivitas menantang yang jarang dilakukan pria seumurannya. Seperti arung jeram dan mengadakan kursus konservasi.
Ketika ditemui di arena stand Flying Fox Eiger di acara Kompas Gramedia Fair yang bertempat di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Bandung, Bongkeng tampil bersahaja. Suami dari Euis Sumiati ini masih asyik bercanda dengan kru dari Eiger yang berbeda generasi dengannya. Penampilannya biasa saja dan tidak mencolok. Bagi yang tidak kenal pasti tidak akan menyangka sosok pria tua ini sudah menaklukkan puncak bersalju Gunung Eiger yang legendaris.
Hari Minggu siang (2/12), suasana Sabuga semakin ramai sehingga sulit mencari tempat sepi untuk melakukan wawancara. Namun mata Bongkeng tertuju pada suatu pojokan yang cukup sepi dan memutuskan untuk diwawancarai disana. Tanpa ada rasa sungkan dan malu, Bongkeng santai duduk di lantai ubin yang berdebu untuk diwawancarai.
Wawancara dengan Bongkeng sempat terputus sejenak karena ada temannya yang ingin pulang dan berpamitan dulu dengannya. Setelah kurang dari setengah jam, Bongkeng kembali menghampiri penulis dan minta diwawancarai kembali.
Bongkeng banyak bercerita tentang keprihatinannya tentang hutan Indonesia yang semakin hancur. Ia mengaku sedih sekali jika kembali ke suatu tempat yang pernah didatanginya, kemudian ketika ia datang, keadaannya sudah jauh berbeda. Ia sering memejamkan mata dan berada di masa lalu. Membayangkan saat tempat tersebut masih asri dan indah.
Bongkeng juga menceritakan tentang asal-muasal nama Bongkeng. Juga masa kecilnya yang membuatnya tertarik dengan kegiatan di alam bebas. Juga soal ketidak-sukaannya tentang seminar-seminar konservasi di Indonesia yang menurutnya jalan di tempat. Satu hal yang cukup menarik, ia menekankan para pecinta alam sekarang untuk tampil rapi dan tidak kumal. Ia ingin kaum pecinta alam bisa terlihat seperti orang-orang biasa tanpa harus bangga memperlihatkan kekumalannya.
Berikut wawancaranya:

Nama lengkap anda itu kan Djukardi Adriana. Kenapa bisa dipanggil Bongkeng?
Bongkeng itu singkatan dari bongkok kerempeng gitu. Sesuai dengan kondisi fisik saya mungkin yah mereka memberi nama itu. Jadi singkatan dari bongkok kerempeng. Padahal bongkoknya udah enggak

Sejak kapan dapat panggilan itu?
Dari tahun 70-an lah. Sewaktu masuk Wanadri.

Oh jadi mulai di Wanadri ya?
Sebelum sebetulnya. Waktu tahun 70 belum Wanadri saya. Saya masuk Wanadri tahun 73. Jadi sebelum masuk Wanadri.

Nama itu gara-gara seorang teman atau semua orang yang memanggil begitu?
Iya tadinya dari salah seorang aja gitu. Akhirnya orang jadi ngikutin semua. (tertawa)

Anda mulai tertarik dengan dunia Pecinta Alam itu sejak kapan?
Kalo hal itu… kayaknya sudah dari sejak kecil lah. Dimana dulu kan orang tua saya itu bekerja di perkebunan yah. Di PNP. Itu karena saya sering diajak jalan-jalan sama orang tua saya ke perkebunan yang ada di daerah-daerah, pada saat beliau tugas. Disitu saya mulai senang dengan alam terbuka.

Kalau boleh tahu suka dibawa kemana waktu kecil?
Kalau saat ditugaskan ke Pangalengan, ke mana lah yang daerah-daerah perkebunan. Jadi mulai disitu mulai menyenangi kegiatan di alam terbuka.

Anda mulai benar-benar menekuni dunia pendaki gunung sejak kapan?
Itu mulai sejak tahun 70. Dimana saya dulu di kampung saya, saya dulu tinggal di Jl. Diponegoro, Taruna Karya bikin suatu perhimpunan gitu yah. Dulu namanya Popay.

Bisa dijelaskan lagi apa itu Popay?
Perhimpunan Pendaki Gunung Popay. Jadi dapet nama dari film-film Popay (Popeye) lah. Mungkin karena Popay perkasa yah. Jadi temen-temen mengambil nama itu. Jadi tahun 70 itu saya tergabung ke dalam Pecinta Alam Taruna Karya.

Anda sekitar umur berapa saat itu?
Sekitar tahun 20-an lah saya.

Kalau Anda mulai ekspedisi naik gunung-gunung di luar negeri sejak tahun kapan?
Itu setelah saya masuk Wanadri. Jadi sekitar tahun 1990 menjelang ke 2000, ekspedisi Alpen pertama dari Wanadri. Jadi ekspedisi pertama Wanadri ke luar negeri itu Alpen.

Indonesia itu termasuk lima besar paling parah perusakan hutannya di dunia. Saya bisa lihat sendiri dan itu betul.”

Ke luar negeri sudah kemana saja?
Kalau ke luar negeri saya baru nyampe ke lima negara Eropa Barat. Diantaranya Swiss, Prancis, Austria, Jerman, dan Itali. Terakhir saya ke Gunung Eiger. Itu pada tahun 2002. Bertiga saya mencoba mendaki Eiger karena Eiger yang memproduksi perlengkapan-perlengkapan ini memakai nama Eiger tetapi belum pernah mendakinya. Jadi kita memproklamirkan nama ini lah. Jadi kita coba tahun 2002.

Sekarang kalau perjalanan paling berkesan menurut anda kemana?
Kalau berbicara berkesan, itu susah untuk menentukan yang paling berkesan. Karena setiap melakukan pendakian atau perjalanan ke medan-medan manapun, gunung-gunung yang baru, itu selalu kesannya lain. Jadi berkesan dan berkesan terus. Kecuali kalau saya sudah berhenti melakukan hal ini. Itu akan bisa dirasakan yang paling berkesan dimana.

Jadi sekarang masih ingin naik gunung terus?
Ya! Mungkin selama, yaaa Insya Allah selama saya masih kuat berjalan. Masih merasa mampu. Yaaa saya memang pekerjaannya disini.

Masih mau naik gunung mana lagi?
Kalau impian seorang pendaki gunung sudah pasti ya. Impiannya adalah puncak tertinggi di dunia. Jadi cita-citanya sampai Mount Everest gitu. Tetapi kembali ke masalah klasik. Dana. Sekarang belum ada yang mensponsori. Belum terbayang. Tetapi masalah cita-cita, seorang pendaki gunung pasti ingin sampai ke titik yang tertinggi. Nah kalau kembali ke masalah kesan tadi, sampai sekarang tidak bisa berbicara ke masalah kesan itu. Karena masih ada keinginan yang kesannya masih lebih tinggi.

Sekarang kan anda bekerja. Kalau Abah merasa ingin refreshing misalnya naik gunung tetapi tidak mau mengganggu pekerjaan gimana?
Kebetulan kerja saya di Eiger itu gunung ke gunung. Artinya saya sebagai konsultan dan sebagai expert di bidang masalah peralatan yang dia produksi. Artiannya banyak barang-barang yang diproduksi Eiger harus diuji coba. Nah saya sebagai penguji coba. Jadi kalau saya menguji coba ke medan yang sebenarnya kan. Jadi tanpa ada waktu untuk refreshing tapi saya sudah refreshing juga.

Selama anda menggeluti dunia pendaki gunung, apa yang telah anda dapatkan?
Dalam hal itu, menemukan kepuasan. Dimana saya sebagai pendaki gunung ketika mencapai puncak. Khususnya yang belum pernah didaki dan saya mencapai puncak tersebut, disitulah saya mendapat kepuasan.

Terkadang saya merem dan saya membayangkan berjalan di masa lalu. Dimana saya berjalan di bawah keteduhan pohon dan tumbuhan. Kalau sekarang sudah haduh… Sedih lah.”

Kalau dari keluarga bagaimana?
Keluarga mendukung. Karena tahu, hidup saya dari sini. Jadi kemanapun saya pergi dan sebagainya, keluarga sudah memakluminya.

Anak-anak anda ada yang mengikuti jejak ayahnya?
Tidak ada. Dan saya berharap memang jangan. Cukup babehnya aja. Kebetulan dua-duanya perempuan dan tidak berkesempatan untuk mengikuti jejak saya. Karena mereka lebih dibawa ke sekolah. Difokuskan ibunya ke sekolah aja.

Kenapa tidak mengikuti jejak anda? Biar tidak sering jalan-jalan?
Itu pertama. Yang kedua, cukup saya yang merasakan di bidang pendaki gunung ini. Sebab sangat berat. Gitu. Untuk masuk dan mengembangkan dunia pecinta alam ini untuk bisa diterima masyarakat awam. Berat. Memang sekarang sudah mulai kan. Mungkin itu juga berkat perjuangan saya. Kalau sekarang sudah enak.

Memang waktu dulu zaman anda masih muda pecinta alam dianggap sebagai apa?
Sebagai gelandangan! Orang-orang awam tidak mengerti dengan para penggiat kegiatan alam. Karena sampai sekarang, walaupun saya sedang mencoba, saya tidak mau pecinta alam identik dengan kotor, kumal, gondrong, dan sebagainya. Saya ingin pecinta alam sekarang itu bisa seperti halnya orang lain. Orang kantoran atau mungkin orang-orang yang berdasi gitu. Itu bisa! Dan sebetulnya harus begitu! Tidak harus memperlihatkan kelakuan khasnya yang kumal.

Jadi pecinta alam harus rapi?
Harus rapi!

Kalau dilihat banyak orang yang menamakan pecinta alam tetapi melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Menurut anda kenapa?
Masalahnya, kalau saya lihat, selama ini di dalam kegiatan-kegiatan pecinta alam, saat melakukan pendidikan dasar, semua teknik hidup di alam terbuka diajarkan. Tetapi ada yang tidak diberikan. Yaitu masalah konservasi. Tidak ada pengetahuan materi konservasi yang dibundel dalam suatu diktat. Yang kurang adalah pengetahuan tentang masalah konservasi.

Yang anda lihat dari koservasi di Indonesia itu belum jalan atau sudah jalan tapi terlambat?
Mungkin terlambat kalau saya bilang. Dan masalah konservasi sebenarnya para pecinta alam adalah pencetus pertama. Bisa ditelaah dari kode etik pecinta alam. Disitu ditulis kata-kata untuk menjaga lingkungan. Dan itu dicetuskan sejak tahun 1974 di Ujung Pandang (Makassar). Disitu udah jelas. Kalau mau dibandingkan dengan pemerintah, pemerintah baru berjalan sekarang-sekarang ini.

Lalu apa sebenarnya konservasi menurut anda?
Khususnya menjaga kelestarian alam dimana tempat kita bermain. Setidaknya jangan vandalisme. Sebab kita tidak bisa mengurus masalah hutan dan tumbuh-tumbuhan yang ada disana. Tapi jaga kebersihannya lah. Tidak buang sampah sembarangan. Itu aja dulu. Kalau bicara soal menanam pohon, itu soal pengetahuan juga. Karena tidak bisa sekali menanam langsung jadi itu pohon.

Jadi anda prihatin sekali dengan sekarang ini ya?
Ooh ya jelas. Karena bisa kita rasakan lah. Kemana kita bermain, dimana kita berdiam, mendirikan bivak (tempat berlindung), khususnya di gunung-gunung yang kita daki, di Jawa Barat, tempat kita camping, itu semuanya sampah. Gimana mau nyaman. Kita pasang tenda disitu, mau istirahat, melihat sampah dan berantakannya sampah-sampah ya enggak enak dilihat.

Kalau anda sendiri pernah melakukan pelatihan konservasi atau ikut seminar konservasi?
Ya sering sih saya diminta. Tapi sebenarnya saya kurang berminat dalam seminar konservasi. Karena biasanya seminar (konservasi) berbicara di tempat, dan ujung-ujungnya hanya membicarakan sesuatu yang tidak jelas. Jadi inginnya bila saya diminta untuk berbicara dalam masalah konservasi, saya minta ada praktek langsung. Jadi ada kiprahnya.

Anda setuju masalah dan bencana yang sering melanda Indonesia sekarang erat dengan gagalnya konservasi?
Ya betul itu! Kenapa setelah adanya masalah ini baru masalah konservasi ramai dibicarakan lagi. Padahal khususnya dalam pecinta alam itu sudah tercetus. Di tahun 74. Sebelum pemerintah gembar-gembor tentang masalah ini. Itu yang terlupakan dari pecinta alam. Saya juga pernah menjadi kader konservasi yang pernah diselenggarakan oleh pihak Kehutanan. Walaupun saya rasa kurang. Karenanya saya membuat kursus konservasi yang ala saya dengan mempelajari kekurangan-kekurangan dari pihak Kehutanan.

Apa saja kekurangan pelatihan konservasi dari pihak Kehutanan?
Kembali ke masalah tadi seperti halnya seminar. Jadi belajar di kelas tanpa mendalami di luar. Atau simulasi-simulasi lah. Hanya teori saja, dan dapat lisensi, sertifikat.

“…saya tidak mau pecinta alam identik dengan kotor, kumal, gondrong…”

Kalau kursus konservasi ala Bongkeng seperti apa?
Saya membuat kursus konservasi itu satu tahun lamanya. Satu tahun membuat para peserta kursus itu sampai titik ekspedisi. Artinya praktek sambil ekspedisi. Itu mempraktekkan segala sesuatu yang telah kita berikan. Baru mendapatkan lisensi. Itu sekitar tahun 1995. Jadi tidak diadakan setahun penuh. Sewaktu libur, kita panggil lagi pesertanya. Sewaktu akhir, baru diadakan ekspedisi. Eksplorasi ke suatu daerah dan mereka mempraktekkan apa yang telah didapat. Seperti penelitian burung, penelitian tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain.
Kembali ke soal bencana, anda paling prihatin melihat bencana di Indonesia itu bencana apa?
Kerusakan hutan kalau saya lihat. Kalau melihat suatu daerah kena banjir, longsor, dan itu jelas sumbernya itu ga dari mana-mana. Itu dari kerusakan hutan. Sangat prihatin sekali gitu. Indonesia itu termasuk lima besar paling parah perusakan hutannya di dunia. Saya bisa lihat sendiri dan itu betul. Saya pernah mengajak para Polisi Hutan di Kerinci Seblat. Saya memberikan ketahanan kepada mereka untuk memberikan operasi para perambah hutan. Pada saat praktik, saya mencoba untuk mempraktikkan penggrebekan perambah. Itu bahkan tidak diduga, pada saat itu saya kaget, karena sebelumnya tidak tahu akan separah itu (kerusakannya).

Separah apa?
Dalam artiannya pohon-pohon berumur ratusan tahun ditebang habis dan itu (daerahnya) tidak bisa dijangkau dan dilihat langsung oleh orang-orang perkotaan. Di tengah hutan belantara yang menuju lokasinya saja tiga hari tiga malam. Dan itu memang habis.

Bisa dibandingkan dengan zaman anda dulu?
Sangat jauh banget perbandingannya. Misalnya Gunung Semeru. Itu dari kampung terakhir, menuju Rane Pane itu jalan kaki. Masih jalan setapak. Hutan belantara. Tahun 70-an. Sekarang kendaraan sudah bisa melaluinya. Bahkan kiri-kanannya sudah habis gitu. Sedih jadinya. Kadang kalau saya berjalan ke medan manapun yang sudah pernah dijalani, dibading sekarang ya gimana gitu. Terkadang saya merem dan saya membayangkan berjalan di masa lalu. Dimana saya berjalan di bawah keteduhan pohon dan tumbuhan. Kalau sekarang sudah haduh… Sedih lah.

Kalau baru-baru ini melakukan perjalanan kemana?
Kemarin saya baru pulang dari Kalimantan. Kalimantan dulu dengan sekarang sudah lain. Dan sangat menyedihkan. Padahal saya saat itu sedang mengadakan kursus Mountain And Jungle Course, yang mengangkat tentang masalah konservasi. Medan yang saya pakai itu di Taman Nasional Kutai. Pada saat awal saya berangkat untuk survey, untuk setting lokasi, alamnya masih bagus. Titik-titik setting untuk nanti praktek saya dapatkan dengan baik. Nah belum dua bulan, mungkin satu bulan setengah saya kembali untuk advance kesana, seminggu sebelum pelaksanaan, hutan sudah habis. Dan yang sudah saya setting sudah tidak ada.

Padahal itu statusnya taman nasional ya?
Taman nasional. Itu juga yang habisnya di pinggir kantor taman nasional. Pinggir dan depan. Sampai saat itu suara-suara chaisaw (gergaji mesin) terdengar. Dan saya tahu ada di depan mata. Mereka (pihak taman nasional) ga bisa berkutik juga. Sangat pilu mendengarnya. Mau berbuat sesuatu tidak bisa juga. Itu kan hak pemerintah. Dari situ banyak timbul pertanyaan. Apa ada kerjasama? Atau tidak berani melakukan sesuatu? Kita hanya bisa mencoba untuk menghimbau yang punya lahan itu, karena kami tidak punya hak untuk menghentikannya. Kita kesana mau memberitahu alam ini harus dijaga. Tapi belum mulai saja alamnya sudah habis duluan. Yang akhirnya pada saat itu harus pindah tempat. Akhirnya acara bisa dilanjutkan, mengambil tempat lebih ke dalam hutan. Selesai acara. Seminggu kemudian kita dengar kabar. Daerah tersebut sudah habis. Semua. Sekeliling kantor saja sudah habis. Bukan dijarah lagi. Kantor sampai didemo oleh masyarakat.
“…saya pergi kerja dengan bersepeda. Lumayan dari Tegallega sampai ke Cihampelas…”
Amda menaruh harapan besar konservasi ini ke mana?
Ke pecinta alam. Kalau untuk memperbaiki keadaan nggak mungkin. Tapi tingkah laku kita lah. Dari kita dulu. Dan jangan ingin dilihat sebagai Hero. Sebagai pahlawan. Seperti gue nanam pohon disini! Tidak usah berbicara seperti itu. Tidak usah seminar-seminar. Kiprah aja. Kalau punya niat baik kemana kita jalan bawa bibit. Tumbuhi sendiri tanpa harus publikasi. Saya juga seperti itu. Kalau buat kursus terkadang saya gratisin tapi saya berharap dari para peserta membawa bibit pohon. Misal peserta 50 orang tiap orang membawa bibit ya lumayan. Mudah sebetulnya untuk para organisasi pecinta alam. Ada pendidikan dasar, kenapa pesertanya tidak dibawa ke arah sana gitu. Oke kalau harus bayar tetapi boleh dengan bibit. Lebih baik lagi kalau bayarnya memang menggunakan bibit. Kan lumayan kita meninggalkan lokasi latihan sambil memperbaiki lokasi latihan. Atau saat jalan-jalan, kenapa enggak bawa bibit? Kalau begitu kami sering lakukan tanpa orang harus tahu. Buat masa depan juga. Jangan berpikir sekarang. Sebab tidak mungkin pecinta alam Indonesia memiliki modal untuk menghijaukan Indonesia.(tertawa). Modal urusan pemerintah daerah. Tapi kalau soal tenaga kami bisa membantu. Kumpulkan jutaan pecinta alam di Indonesia. Bisa kan jalan.
Di usia anda yang sudah 57 tahun, dimana orang seusia anda sudah santai-santai di rumah, anda masih mampu jalan-jalan. Cara menjaga kondisi fisiknya gimana?
Mungkin kalau sekarang, dalam sebulan satu atau dua kali sebulan saya gerak lah. Gerak di luar dalam artian pergi kemana. Itu hitungannya olahraga. Kalau tidak sempat kemana-mana saya jogging tiga kali seminggu. Atau saya pergi kerja dengan bersepeda. Lumayan dari Tegallega sampai ke Cihampelas. Multivitamin juga. Minggu lalu saya baru bermain arung jeram di Asahan. Sering jalan-jalan jadi terbiasa. Kadang-kadang kalau tidak jalan-jalan malah sakit. Tapi kalau sakit saya bukan lari ke dokter. Karena saya tahu mungkin itu rindu alam. Jalan-jalan ke hutan ya langsung sembuh.
Anda kan identik dengan pendaki gunung. Apa punya hobi lain?
Teman-teman mengenal saya identik dengan hutan gunung saja. Sebetulnya saya merasa sebagai petualang ajah. Jadi segala hal yang berbau tantangan saya geluti.Orang-orang terlalu tahu saya sebagai pendaki gunung, padahal saya sering berarung jeram.
Kalau anda merasa kalau orang-orang mulai mengenal anda sejak kapan?
Hal itu saya kurang tahu. Sebetulnya saya tidak mau orang-orang mengenal saya. Saya tidak mau jadi orang terkenal. Karena jadi orang terkenal itu saya rasa berat. Bukan tidak enak, tapi berat. Harus menjaga nama baik, kelakuan, dan sebagainya begitu ya. Saya tidak mau dikenal orang tapi saya ingin melakukan sesuatu untuk orang banyak.
Kalau anda sendiri melihat seorang Djukardi Adriana seperti apa?
Kalau saya melihat diri sendri, saya melihat dan ingin menjadi diri sendiri saja. Saya tidak mau menjadi orang lain. Apapun yang saya lakukan dan saya senangi kalau itu tantangan buat saya. Akan saya lakoni. Tidak terikat dengan seseorang. Kalau sekedar memberi motivasi adalah guru-guru di Wanadri. Dan itu banyak. Tetapi tidak ingin sampai seperti mereka.
Anda ada pesan untuk para pecinta alam dan orang-orang yang mendalami kegiatan di alam bebas?
Pesan dari saya, khususnya teman-teman yah, yang senang bermain di alam. Bekali dulu tentang pengetahuan tentang teknik hidup di alam terbuka. Karena tanpa pengetahuan tersebut, yaa alam ini tidak bisa kompromi dengan kita. Artiannya yah mungkin kita tanpa pengetahuan, melakukan pendakian gunung, suatu saat alam tidak ramah, kita harus berbuat apa tanpa pengetahuan. Misalnya tersesat. Tanpa pengetahuan apakah mungkin mereka bisa kembali. Bekali dulu dengan pengetahan. Dan jadilah diri sendiri. Kalau buat pecinta alam, jadilah dirimu sebaik-baik dari dirimu. Juga jangan dilupakan hal itu (konservasi). Dan buat teman-teman yang mempunyai organisasi coba mulai sekarang materi tentang lingkungan dan konservasi dimasukkan ke diktat lah. Berikan pelajaran tentang itu. Jadi etika tentang mendaki gunung. Jaga lingkungan untuk pendaki gunung dan pecinta alam.
Djukardi “Bongkeng” Adriana
Jl. Tegallega Barat Gang Muhammadiyah 159/95 Bandung (rumah)

Facebook :   Kang Bongkeng Full

Jl. Cihampelas No.22 Bandung 40116 telp. (022) 4231668 (EIGER)

Gua Son Doong, Gua Terbesar di Dunia yang Terdapat di Vietnam

Gua yang dikenal dengan Gua Son Doong ini, merupakan yang terbesar di dunia. Gua ini ditemukan di Vietnam bagian tengah, berbatasan dengan Laos, dan terletak di tengah hutan terpencil, Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang.
 
Gua Son Doong yang berarti gua sungai gunung, lebih besar daripada Gua Deer, gua terbesar yang ditemukan sebelumnya yang terletak di Malaysia, menurut National Geographic.

Son Doong yang luas di dalamnya sekitar 262 x 262 kaki dan memiliki panjang sekitar 2,8 mil, dan tinggi 180 meter. Gua Deer luas didalamnya sekitar 300 x 300 kaki, tetapi panjangnya hanya sekitar 1 mil, dan tinggi 120m.

Penjelajah mengatakan, bahwa gua itu mungkin lebih besar, tapi banjir menghalangi jalan bagi eksplorasi lebih lanjut. Di satu tempat, Son Doong luasnya mencapai 460 x 460 kaki, dan memiliki tinggi hingga 240 meter, mampu memuat gedung bertingkat 40 lantai, menurut publikasi.

Di dalam gua Son Doong, ternyata terdapat begitu banyak hal yang luar biasa. Pada satu bagian gua itu memiliki ruangan yang begitu besar, sehingga mampu memuat stadion Football Superdome di New Orleans, Lousiana AS.

Di rongga yang mahaluas itu, bahkan terdapat semacam hamparan hutan yang ditumbuhi berbagai pohon setinggi sekitar 30 m. Di bagian langit-langitnya bahkan terdapat semacam gumpalan awan.


Sementara dari bagian bawahnya terdapat batu-batuan kalsit yang menjulang ke atas hingga sekitar 60 m. Ia juga memiliki lorong-lorong yang pada saat tertentu terendam oleh air, sehingga hanya bisa dilalui pada musim panas.

“Tim kedua yang masuk gagal karena banjir,” kata Adam Spillane, dari bagian British Cave Research Association, kepada National Geographic. “Kami akan kembali tahun depan untuk memanjat dinding gua itu dan eksplorasi lebih lanjut.”

Menurut Daily Telegraph, hutan yang mengelilingi gua, yang terletak di dekat perbatasan Laos, digunakan sebagai tempat persembunyian selama Perang Vietnam.

Sumber

7 Puncak Tertinggi Dunia Yang Menjadi Obsesi Para Pendaki

7 ( Tujuh ) Puncak Tertinggi di Dunia (The Seven Summits of the World ) dikenal sebagai puncak tertinggi ditemukan di setiap benua di Bumi. Konsep pertama kali diusulkan oleh Richard Bass di tahun 1980-an dan telah tujuan setiap pendaki gunung untuk mendaki masing-masing selama masa hidup mereka.Bass adalah orang pertama yang mendaki semua puncak-puncak itu dan pernah memegang rekor menjadi orang tertua untuk mendaki Everest.Tujuh Puncak Tertinggi DuniaAdapun tujuh puncak, tidak diragukan lagi, Anda mungkin pernah mendengar tentang Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan Gunung Everest di Nepal. Silahkan Anda membaca sampai akhir – seberapa tinggi mereka, mana yang paling menantang dan mengapa harus melakukan pendakian ke puncak tertinggi di dunia. inilah 7 Puncak Tertinggi Dunia Yang Menjadi Obsesi Para Pendaki:
 
1. Gunung Everest (8.850 m) (Asia)
blog-apa-aja.blogspot.com
Gunung Everest (bahasa Inggris: Mount Everest) adalah gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari paras laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet; puncaknya berada di Tibet. Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha (सगरमाथा, bahasa Sansekerta untuk "Dahi Langit") dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma ("Bunda Semesta"), dilafalkan dalam bahasa Tionghoa 珠穆朗瑪峰 (pinyin: Zhūmùlǎngmǎ Fēng).Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggrisnya dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Utama di dunia.Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, merupakan orang pertama yang menyatakan Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut Sikdar, bukan Everest.

Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m; walaupun terdapat variasi dari segi ukuran (baik pemerintah Nepal maupun Cina belum mengesahkan ukuran ini secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan. Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS). Gunung Himalaya masih terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan tersebut.Gunung Everest adalah gunung yang puncaknya mencapai jarak paling jauh dari paras laut. Dua gunung lain yang kadangkala juga disebut sebagai "gunung tertinggi di dunia" adalah Mauna Loa di Hawaii, yang tertinggi jika diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4.170 m atas paras laut dan Gunung Chimborazo di Ekuador, yang puncaknya 2.150 m lebih tinggi dari pusat bumi dibandingkan Gunung Everest , karena Bumi mengembung di kawasan katulistiwa. Bagaimanapun juga, Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6.272 m di atas paras laut, sehingga bahkan bukan merupakan puncak tertinggi di Andes.Dasar terdalam di lautan lebih dalam dibandingkan ketinggian Everest: Challenger Deep, terletak di Palung Mariana, begitu dalam hingga seandainya gunung Himalaya diletakkan di dalamnya, masih terdapat hampir 1,6 km air menutupinya.
 
2. Aconcagua (6.959 m) (Amerika Selatan)
blog-apa-aja.blogspot.com
Pada 6.962 m (22.841 kaki), Cerro Aconcagua merupakan gunung tertinggi di Amerika, dan gunung tertinggi di luar Asia. Hal ini terletak di Andes pegunungan, di Argentina provinsi dari Mendoza. KTT ini terletak sekitar 5 kilometer dari San Juan Propinsi dan 15 kilometer dari perbatasan internasional dengan Chile. Itu terletak 112 kilometer (70 mil) barat dengan utara kota Mendoza. Aconcagua adalah puncak tertinggi baik di Barat dan Belahan Selatan. Ini adalah salah satu dari Tujuh Summits.Aconcagua dibatasi oleh Valle de las Vacas ke utara dan timur dan Valle de los Horcones Inferior ke Barat dan Selatan. Gunung dan sekitarnya merupakan bagian dari Provinsi Aconcagua Park. Gunung memiliki sejumlah gletser. Gletser terbesar adalah Inferior Ventisquero Horcones sekitar 10km panjang yang turun dari wajah selatan tentang ketinggian 3600m di dekat kamp Confluencia. Dua sistem gletser besar lainnya adalah Ventisquero de las Vacas Sur dan Glaciar Este / Ventisquero sistem Relinchos sekitar 5 kilometer panjang. Namun yang paling terkenal adalah utara-timur atau Polandia gletser, rute yang umum naik.Gunung diciptakan oleh subduksi dari Lempeng Nazca di bawah Amerika Selatan piring selama geologis Andean baru-baru ini orogeny, namun bukan merupakan gunung berapi. Asal-usul nama ini diperdebatkan, itu adalah baik dari Arauca Aconca - Hue, yang mengacu pada Aconcagua Sungai dan berarti 'datang dari sisi lain', yang Quechua Ackon Cahuak, yang berarti 'Sentinel of Stone', atau Quechua Anco Cahuac, 'White Sentinel'.SejarahUsaha pertama di Aconcagua oleh seorang Eropa pada tahun 1883 dibuat oleh partai yang dipimpin oleh ahli geologi dan penjelajah Jerman Paul Güssfeldt. Menyuap kuli angkut dengan cerita bahwa ada harta karun di gunung, ia mendekati gunung melalui Rio Volcan, membuat dua usaha di puncak dengan utara-barat punggungan dan mencapai ketinggian 6.500 meter (21.300 kaki). Rute bahwa ia sekarang prospected rute normal ke atas gunung.Tercatat pertama pendakian adalah pada tahun 1897 di ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Edward FitzGerald. Puncak dicapai oleh panduan Swiss Matthias Zurbriggen pada tanggal 14 Januari dan oleh dua anggota ekspedisi lainnya beberapa hari kemudian.Orang termuda untuk mencapai puncak Aconcagua adalah Matius Moniz of Boulder, Colorado. Ia berusia 10 tahun ketika ia mencapai puncak pada 16 Desember 2008.Orang tertua yang mendaki itu Scott Lewis yang mencapai puncak pada 26 November 2007. Ia berusia 87 tahun.Budaya populerGunung memiliki cameo di 1942 Disney kartun bernama Pedro. [9] Para bintang kartun yang antropomorfik pesawat kecil bernama Pedro yang dipaksa untuk membuat surat udara ditabrak Andes dan bencana yang hampir perjumpaan dengan Aconcagua. Gunung (juga antropomorfik, dan menakutkan-tampak), kemudian muncul dalam sebuah ilustrasi digunakan dalam menceritakan kembali cerita dalam sebuah buku antologi Disney.
 
3. Gunung McKinley, Denali (6.194 m) (Amerika Utara)
blog-apa-aja.blogspot.com
Mountain Range: Alaska RangeLokasi : Alaska, Amerika Serikat, Amerika UtaraTinggi : 6.194 meter atau 20.320 kakiDenali adalah Amerika asli kata untuk "Yang Tertinggi." Hal ini pernah bernama Gunung McKinley setelah Presiden AS William McKinley tetapi dinamakan kembali pada tahun 1980. Gunung Denali dikenal karena cuaca dingin, mengandung 5 gletser besar. Satu termometer yang tersisa di gunung selama lebih dari 19 tahun tercatat bahwa pernah mencapai-73.3C (-100F). Penyakit ketinggian parah juga lazim pada lintang Denali karena jauh lebih tinggi. Sebuah gunung seperti Denali di equater akan memiliki sekitar 47% lebih banyak oksigen pada puncak, dibandingkan dengan permukaan laut.
 
4. Kilimanjaro (5.895 m) (Afrika)
blog-apa-aja.blogspot.com
Lokasi : Kilimanjaro, Tanzania, AfrikaTinggi : 5.895 meter atau 19.640 kakiKilimanjaro terdiri dari tiga kerucut gunung berapi yang tidak aktif dan merupakan puncak tertinggi di Afrika. Kibo merupakan kerucut tertinggi di mana Uhuru Peak berdiri di atas Tanzania. Biasanya diperlukan waktu 4-5 hari untuk mendaki Kilimanjaro dan pondok pemberhentian yang terletak di setiap hari perjalanan. Gunung ini dianggap salah satu yang "lebih mudah" untuk pendakian dan adalah mungkin bagi mereka yang memiliki pengalaman mountaineering terbatas. Menghindari penyakit ketinggian oleh aklimatisasi adalah salah satu bagian yang paling sulit.
 
5. Mount Elbrus, Kaukasus (5.642 m) (Eropa)
blog-apa-aja.blogspot.com
Kaukasus adalah sebuah daerah di Eropa Timur dan Asia Barat di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia yang termasuk Pegunungan Kaukasus dan daerah-daerah rendah lainnya. Kaukasus kadang dianggap sebagai bagian dari Asia Tengah.Puncak tertinggi di Kaukasus adalah Elbrus (5.642m), yang juga dianggap sebagai gunung tertinggi di Eropa.Negara-negara merdeka yang membentuk Kaukasus kini adalah Rusia (Distrik Kaukasus Utara), Georgia, Armenia dan Azerbaijan. Wilayah besar non-independen di Kaukasus meliputi Ossetia, Chechnya, Ingushetia dan Dagestan di antaranya. Kaukasus adalah salah satu daerah yang mempunyai keanekaragaman linguistik dan budaya yang paling luas di dunia.Bagian selatan Kaukasus dikenal sebagai Transkaukasus.Kejadian-kejadian bersejarah:Perang Arab-KhazarPenjajahan Kaukasus oleh Rusia1991: Dikenalnya kembali status merdeka negara Armenia, Georgia, dan AzerbaijanDalam mitologi Yunani, Kaukasus atau Kaukasos adalah salah satu pilar pendukung dunia. Prometheus dirantai di sana oleh Zeus.
 
6. Vinson Massif (4.897 m) (Antartika)
blog-apa-aja.blogspot.com
Mountain Range: Sentinel Range, Ellsworth MountainsLokasi : AntartikaTinggi : 4.892 meter atau 16.067 kakiVinson dikenal sebagai salah satu yang paling tidak bisa diakses rentang di dunia, dan hanya 800 mil dari Kutub Selatan. Gunung itu tidak dikenal dan tak terduga hingga 1957. Tidak sampai tahun 1966 dan tahun 1967, pendakian pertama diciptakan ke puncaknya. Bagian yang paling sulit tentang Vinson Massif adalah tingkat kesulitan aksesnya, tapi sekarang ada beberapa operator yang menawarkan wisata tak bertuan ini.
 
7. Puncak Jaya, Indonesia (4.884 m) (Oseania)
blog-apa-aja.blogspot.com
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari Tujuh Puncak Utama dunia.Nama-nama/ejaan lain:Ngga Pulu ("Ngga" berarti gunung)Gunung CarstenszPiramida CarstenszPuncak CarstenszPuncak JayakesumaPuncak Piramida CarstenszNdugundugu
 
 
Zenith Sulawesi Cinta Alam